KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita hanturkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya kita masih diberikan kemampuan
dalam menjalankan aktivitas terutama dalam menyelesaikan tugas ini.Kedua
kalinya kami ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu akademik, karena atas
kesempatan yang telah diberikan, kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan
secepat mungkin. Sebagai kata selanjutnya, kami menyampaikan permohonan maaf
yang sebesar-besarnya apabila dalam penulisan tugas ini terdapat kekeliruan dan
kekurangan dalam kata maupun penyampaiannya, karena itulah batas pemikiran dan
kemampuan kami. Namun, demi perbaikan dan kesempurnaan tugas ini kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca.
Sintang, 13 November2016
Penulis
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
BAB : 1
PENGANTAR ISBD
A.
HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISBD
1. Hakikat
dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISD
merupakan suatu disiplin ilmu yang bertujuan untuk menanggapi masalah
masalah sosial, khususnya yang dihadapi
masyarakat Indonesia. Adapun tema poko dari ISBD adalah hubungan timbal balik
antara manusia dengan lingkungan.
Objek
kajian ISBD antara lain sebagai berikut :
a. Berbagai
kenyataan bersama yang merupakan masalah
sosial yang dapat ditanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antar
bidang (interdisiplin).
b. Keanekaragaman
golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki
kepentingan dari kebutuhan sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan
yang dapat mengakibatkan kerjasama dan pertentangan.
Sementara
ruang lingkup dari kajian ISD itu sendiri adalah sebagai berikut :
a .Individu, keluarga dan
masyarakat
b . Masyarakat kota dan
desa
c .Masalah penduduk
d .Pelapisan sosial
Pemuda
dan sosialisasi
a. Ilmu
pengetahuan, teknologi dan kemiskinan
Sedangkan
ilmu budaya dasar/IBD merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Pokok
kajian IBD adalah : berbagai aspek
kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya
serta hakikat manusia yang satu.
Ruang
lingkup yang disajikan dari IBD antara lain :
a .Manusia dan pandagan
hidup
b .Manusia dan keindahan
a .Manusia dan keadilan
b .Manusia dan cinta kasih
c .Manusia dan tanggung
jawab
d .Manusia dan kegelisahan
e .Manusia dan harapan
Hakikat
dan Ruang Lingkup ISBD
ISBD mengkaji tentang :
a .Pengatar ISBD
b .Manusia sebagai makhluk
individu dan social
c .Manusia sebagai makhluk
dan budaya
d .Manusia dan peradaban
e .Manusia, keragaman dan
kesejahteraan
f .Manusia, nilai moral
dan hokum
g .Manusia, sains,
teknologi dan hokum
h .Manusia dan hokum.
B.
ISBD
SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)
1. ISBD
merupakan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) suatu program yang dirumuskan dalam kurikulum
terdiri atas :
a .Kelompok
matakuliah pengembangan kepribadian
(MPK).
b.Kelompok matakuliah
keilmuan dan ketrentaman (MKK).
c. Kelompok matakuliah
keahlian berkarya (MKB).
D .Kelompok matakuliah
berkehidupan bermasyarakat (MKB).
a. VisiI
SBD sebagai MBB
Mengantarkan
mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup masyarakat,
pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan
hidup dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan
seni.
b. Misi
ISBD sebagai MBB
Menumbuhkembangkan
daya kritis, daya kreatif, apreasi dan kepekaan mahasiswa terdapat nilai-nilai sosial dan budaya demi
memantapkan kepribadiannya sebagai bekal hidup selaku individu dan mahluk
sosial yang memiliki sifat.
c. Kompetensi
ISBD sebagai MBB
Standar kompetensi yang harus dikuasai
oleh mahasiswa meliputi :
kepedulian
terhadap pelestarian Berpikir kritis, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas,
etis, estetis memiliki apresiasi, kepekaan dan empati sosial, bersikap
demokratis, berkeadaban dan menjujung tinggi nilai, memiliki sumber daya alam
dan lingkungan hidup, mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni, sastra dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah
sosial, budaya dan lingkungan secara arif.
2. ISBD
sebagai program pendidikan umum
Permasalahan yang dihadapi oleh
dunia pendidikan di berbagai Negara di dunia ini adalah bahwa proses pendidikan
dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal, tapi tidak melahirkan
para lulusan yang memiliki integritas kepribadian.
BAB
: 2
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A.
HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK BUDAYA
1. Hakikat
Manusia
Manusia adalah makhluk yang luar
biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa. Tuhan
membekali manusia dengan akal dan persiapan untuk menerima macam-macam ilmu
pengetahuan dan kepandaian, sehingga manusia dapat berkreasi (berdaya cipta)
dan sanggup mengguasai alam dan hewan melalui proses interaksi unsur-unsur
pembagunan manusia tersebut adalah :
a .Jasad
b .Hayat
c .Ruh
d .Nafs
2. Hakikat
manusia sebagai makhluk budaya
Manusia
merupakan salah satu mahkluk ciptaan Tuhan yang ada di permukaan bumi . artinya
manusia bukan satu-satunya mahkluk cipataan Tuhan. Akal budi merupaka pemberian
Tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk
lain. Kebutuhan manusia dalam kehidupan dapat dibedakan manjadi 5 :
a .Kebutuhan fisiologis
b .Kebutuhan akan rasa
aman dan perlindungan
c .Kebutuhan sosial
d .Kebutuhan akan
penghargaan
e .Kebutuhan akan
aktualisasi
Berdasarkan definisinya itu,
harsoso mengemukakan pokok-pokok kebudayaansebagai berikut :
a .Kebudayaan yang
terdapat dalam umat manusia itu sendiri
b .Kebudayaan itu didapat
dan diteruskan secara sosial dengan pelajaran
c .Kebudayaan terjabarkan
dari komponen biologis, psikologis dan sosiologis dari eksistensis manusia
d .Kebudayaan itu
berstruktur
e .Kebudayaan itu dinamis
f .Nilai dalam kebudayaan
itu bersifat dalam relatif.
Pokok –pokok kebudayaan menunjukkan
bahwa kebudayaan merupakan aktivitas perilaku manusia yang sangat kompleks.
Kebudayaan akan tetap hidup dalam masyarakat selama masyarakat itu ada dan akan
terus berkembang sesuai dengan
perkembangan masyarakat yang
bersangkutan.
j.j
hoenigman membagi wujud kebudayaan menjadi 3, yaitu :
a.
gagasa
b.
aktivitas
c.artefak/benda
kebudayaan yang terwujud gagasan yang berupa ide dan adat istiadat mengatur dan member arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia. Baik pikiran maupun ide-ide , maupun tindakan dalam karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisik. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi).
kebudayaan yang terwujud gagasan yang berupa ide dan adat istiadat mengatur dan member arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia. Baik pikiran maupun ide-ide , maupun tindakan dalam karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisik. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi).
Masyarakat kecil yang
berpindah-pindah (momaden) atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian
paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga
sistem peralatan dan unsur kebudayaan
fisik), yaitu : alat-alat produktif, senjata, wadah alat-alat menyalakan api,
makanan, pakaian, tempat, berlindung dan perumahan serta alat-alat
transportasi.
a. Sistem
peralata dan perlengkapan
Unsur
ini merupakan produl manusia sebagai homo economicus yang menjadikan tingkat
kehidupan manusia secara umum terus meningkat. Akan tetapi, perhatian para ilmu
pada sistem mata pencarian tradisional saja, diantaranya berburu dan meramu,
beternak, bercocok tanam di ladang dan menangkap ikan.
b. Sitem
kemasyarakatan/kekerasa atau organisasi sosial
Meyer
fortes (1970) mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat
dipergunakan untuk mengambarkan struktur sosial dari masyarakat yang
bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa
keluarga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan. Sementara itu organisasi
sosial adalah perkumpulan yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan
hukum maupun yang tidak berbeda, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi
masyarakat dalam pembagunan bangsa dan bernegara.
c. Bahasa
Bahasa
adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling
berkomunikasi atau hubungan, baik lewat tulisan, lisan ataupun gerakan (bahasa
isyarat), dengan tujuan mencapaikan maksut hati atau kemauan kepada lawan
bicaranya atau orang lain. melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri
dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah
membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa
memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi, yaitu fungsi umum dan fungsi
khusus. Fungsi umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi dan
alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahsa
secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari,
mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno dan untuk
mengeksploitasikan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Kesenian
Unsur
ini merupakan hasil dari manusia sebagai homo aestecus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka
dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata
memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu pandagan mata yang indah,
suara yang merdu, yang semua dapat
dipenuhi melalui keseniaan.
e. Sistem
pengetahuan
Pengetahuan
dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, seperti melalui pengalaman, instunsi,
wahyu wahyu dan berpikir menurut logika atau percobaan-percobaan yang bersifat
empiris (trial and error), disamping itu didapat melalui dari orang lain
(melalui proses belajar).
f. Sistem
religi
Sehubungan
dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia
tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem
kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
C . ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
Etika
berasal dari bahasa yuyani yaitu “ethos” yang artinya ajaran tentang baik dan
buruk. Kata entika identik dengan moral yang berarti beraklak atau kesusilaan.
Sementara dalam kamus besar Bahasa Indonesia/ KBB1 (2008) merumuskan pengertian
etika dalam 3 arti yaitu sebagai berikut :
a .Ilmu tentang apa yang
baik dan yang benar
b .Kumpulan asas atau
nilai yang berkenaan dengan akhlak dan
c .Nilai mengenai benar
dan salah yang dianut masyarakat.
Menurut
saloman (1988). Etika dapat dikelompokkan menjadi 2 definisinya yaitu :
a .Etika karakter individu
b .Etika merupakan hukum
dalam sosial
1. Estetika dalam berbudaya
Estetika
merupakan teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan masalah
nilai indah atau jelek. Sesuatu yang estetis
berarti memenuhi unsur keindahan
(secara estetis murni maupun secara sempit, baik dalam bentuk warna,
garis, kata ataupunnada).kaidahnya itu sendiri dapat diartikan dalam beberapa
hal yaitu :
a .Secara luas
b .Secara sempit
c .Secara estetis murni
Estetika
berbudaya menyiratkan perlunya manusia individu atau masyarakat untuk
menghargai keindahan budaya yang dihasilkan manusia lainnya.
D
. MEMANUSIAKAN MANUSIA
Memanusiakakan manusia
berarti berperilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat
dan martabat derajat manusia lainnya. Memanusiakan manusia adalah tidak
menindas sesama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia/KBB (2008) diyatakan bahwa
istilah memanusiakan merupakan “upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya”.
Oleh karena budaya mengandung unsur etik dan estetik, maka memanusiakan manusia
dalam arti ini adalah upaya, untuk membuat manusia menjadi memiliki etik dan
estetik yang dapat dibiasakan penerapannya dalam tingkah laku sehari-hari.
E . PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Kebudayaan
yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berdeda-beda yang
menghasilkan keragaman budaya. Artinya, kebudayaan yang diciptakan oleh suatu
kelompok berbeda dengan kebudayaan yang diciptakan oleh kelompok lainnya.
Perbedaan kebudayaan ini kemudian memunculkan ciri khas dari sebuah wilayah
yang mungkin saja tidak dimiliki oleh kebudayaan lainnya, contohnya : budaya
dari minangkabau tentu berbeda dengan budaya dari masyarakat suku batak di
sumatra utara.
a.
Penetrasi
kebudayaan
Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu
kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan
cara :
1 ). Penetrasi
damai (penetration pasifiaue)
masuknya kebudayaan dengan jalan damai penetrasi
kebudayaan secara damai akan menghasilkan sebagai berikut :
a .Akultrasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga
membentuk kebudayaan baru tampa mengghilangkan unsur kebudayaan asli.
b .Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga
membentuk kebudayaan baru.
.Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang
berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan
kebudayaan asli.
d .Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan
merusak.
2). Pewarisa
kebudayaan
Masuknya sebuah kebudayaan yaitu proses pemindahan,
penerusan, pemilikan dan pemakian budaya dari generasi ke generasi secara
berkesinambungan melalui enkultrasi (pemdayaan) dan sosialisasi
(pemasyarakatan) pewarisan kebudayaan yang terjadi akibat proses interaksi antar
manusia/kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda dapat menimbulkan
problem, yaitu :
a .Perubahan akan merugikan manusia
b .Perubahan juga menjadi bencana jika dilakukan melalui
revolusi, berlangsung cepat dan diluar kendal.
3).Perubahan kebudayaan
perubahan
kebuayaan yaiu perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya ketidaksesuaiaan diantaranya
unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang fungsinya
tidak serasi bagi kehidupanya. Perubahan kebudayaan yang terjadi akibat proses
interaksi antar manusia/ kelompok yang dimiliki kebudayaan yang berbeda dapat
menimbulkan problem :
a.
Perubahan akan merugikan manusia
b.
Perubahan juga akan menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi,
berlangsung cepat dan diluar kendali manusia (difusi).
4). Penyebaran
kebudayaan (difusi)
penyebaran
kebudayaan yaitu prosese penyebarannya unsur-unsur ke masyarakat lain.
Penyebaran kebudayaan yang terjadi akibat proses interaksi antar manusia/ kelompok
yang dimiliki kebudayaan yang berbeda dapat menimbulkan problem yaitu budaya
lokal akan hilang sebagai akibat kuatnya budaya asing, seperti indonesia dengan
masuknya budaya asing, budaya gotong royong perlahan sirna diganti oleh budaya
individualistik dari barat.
Problem akibat dinamika kebudayaan ini memang terjadi dan
tidak pernah dihindari. Dalam jangka waktu tertentu, semua kebudayaan pasti
mengalami perubahan.
BAB : 3
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
A.HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAHLUK
SOSIAL
Unsur-unsur yang terdapat dalam hakikat manusia sebagai
makhluk individu dan mahluk sosial terdiri dari hal-hal berikut :
1.
Susunan kodrat
manusia yang terdiri dari atas raga dan jiwa
2.
Sifat kodrat
terdiri atas mahluk individu dan sosial
3.
Kedudukan kodrat
terdiri atas mahluk berdiri sendiri dan mahluk ciptaan tuhan.
Jadi, unsur manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial adalah
hakikat manusia berdasarkan sifat-sifat kodrati yang pada dirinya yang telah
ada sejak manusia itu diciptakan.
1
.Manusia sebagai mahkluk hidup
Individu
berasal dari latin
“individiuum” yang berarti tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang
dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil atau terbatas. Kata
individu bukan berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat dibagi,
melainkan sebagai kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia. Dari sini
dapat dikatakan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku yang spesifik dalam dirinya.
2 .Manusia sebagai mahkluk sosial
Menurut
kodratnya, manusia adalah makhluk sosial atau makhluk masyarakat yang
membutuhkan perkembangan. Artinya dalam hubugannya dengan manusia sebagai
makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir
akan selalu menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan
sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial juga karena alasan bahwa pada diri manusia ada
dorongdan kebutuhan untuk berhubungan (berinteraksi) dengan orang lain. Manusia
juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah
manusia lainnya.
3
.Pentingnya sosialisasi bagi manusia sebagai makhluk individu
Manusia pasti sangat
membutuhkan orang
lain (proses sosialisasi) sehingga manusia disebut juga sebagai makhluk sosial.
Proses sosialisasi akan membuka berbagai macam cakrawala pengetahuan yang besar
bagi setiap individu.
B. PERANAN
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVDU DAN SOSIAL
Manusia sebagai makhluk individu dan
makhluk sosial memiliki peranan penting diantaranya, menjaga kelestarian alam,
menjaga hubungan antar sesam manusia, serta menjaga hubungan dengan sang
pencipta.
1. Peranan manusia sebagai makhluk individu
Sebagai
makhluk individu, manusia berperan untuk mewujudkan hal berikut :
a. Mewujudkan harkat dan martabat yang
mulia
Manusia diciptakan oleh tuhan dengan memiliki harkat dan martabat yang
mulia jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Harkat dan martabat yang mulia ini harus diakui dan dihargai oleh satu
manusia terhadap manusia lainnya.
b. Menggunakan terpenuhinya hak-hak dasarnya
sebagai manusia
Sebagai individu yang memiliki harkat dan martabat mulia, manusia menuntut
pengakuan akan adanya hak asasi dalam dirinya, seperti hak untuk hidup, hak
untuk berkarya, hak untuk mengembangkan diri, dan hak asasi lainnya.
c. Merealisasikan segenap potensi dirinya
untuk kesejahteraan hidup
Manusia diciptakan oleh Tuhan
dengan dibekali bakat atau potensi yang berbeda antar satu dengan yang lainnya.
potensi ini harus digali, diasah dikembangkan dan diaplikasikan.
d. Menuntut ilmu pengetahuan,
,merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan,
kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar.
2. Peranan manusia sebagai makhluk sosial
Sebagai makhluk sosial, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut:
Sebagai makhluk sosial, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut:
a. Melakukan interaksi dan
menciptakan kehidupan berkelompok dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tampa
bantuan dari manusia lain.
b. Menciptakan norma yang mengatur kehidupan
sosial Manusia membutuhkan norma-norma sosial sebagai patokan dalam bertingkah
laku. Norma tersebut adalah :
- Norma agama
- Norma kesusilaan atau
norma moral
- Norma kesopanan atau adat
- Norma hukum
c. Mengupayakan terlaksananya kewajiban
c. Mengupayakan terlaksananya kewajiban
manusia memang memiliki hak sebagai makhluk individu yang harus
dilaksanakan dan diperoleh oleh manusia yang bersangkutan. Akan tetapi, hak
manusia dibatasi oleh kewajiban yang harus dilakukan dalam kehidupan
masyarakat. Manusia tidak bisa menuntut hak tampa melakukan kewajiban.
C. DINMIKA
INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan
sosial. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa
tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan
dalam masyarakat.
bentuk interaksi sosial adalah:
1.
Asosiatif yaitu proses interaksi yang mengarah kepada persatuan meliputi :
a. Akomodasi
b. Kerjasama
c. Asimilasi
d. Akultrasi
2. Disasosiatif
yaitu proses interaksi yang mengarah kepada perpecahan meliputi :
a. Persaingan
b. Pertikaian/ pertentangan
c. kontovensi
1. Kontak sosial
kontak bersama-sama menyentuh dalam pengertian sosiologi, kontak sosial
tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa
melakukan kontak sosial itu sendiri dapat memiliki sifat sebagai berikut.
a. Kontak sosial
dapat bersifat positif atau negatif
b. Kontak sosial dapat primer dan sekunder.
2. Komunikasi
komunikasi adalah proses memberikan
tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan, gerak badan
atau sikap atau perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut.
Dengan tafsiran pada orang lain, seorang memberi reaksi berupa tindakan
terhadap maksut orang lain tersebut.
D. DILEMA
ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKA
Individualisme
merupaka satu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang
merdeka dan bebas. Mereka yang menganut pandangan individualisme ini menentuka
intervensi dari kelompok masyarakat bukan negara atas pilihan pribadi mereka.
Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan
agama. Ideologi liberalisme
mengembangkan prinsip :
1. Menjamin hak
milik perorangan
2.
Mementingka diri sendiri/ kepentingan individu yang bersangkutan
3. Memberi kebebasan penuh dan individu
4.
Persaingan bebas untuk mencapai kepentingan masing-masing.
BAB : 4
MANUSIA DAN PERADABAN
A. HAKIKAT
PERADABAN
Peradaban memiliki berbagai
arti dalam kaitannya dengan masyarakat dan manusia. Seringkali istilah ini
digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks” yang dicirikan
oleh kemajuan dalam praktik pertanian, hasil karya, organisasi pemerintah,
hingga pemukiman yang megah di zamanya.
Peradaban berasal dari kata “abab” yang artinya akhlak, kesopanan atau
kehalusan budi pekerti atau yang merujuk pada sifat yang tinggi dan mulia.
B. MANUSIA
SEBAGAI MAHKLUK BERADAP DAN MASYARAKAT ADAB
Manusia adalah mahkluk yang beradap sehingga mampu menciptakan
peradaban, peradaban sebagai produk yang bernilai tinggi, halus, indah, dan
maju menunjukkan bahwa manusia adalah mahkluk yang memiliki kecerdasan yang
tidak dimiliki oleh mahkluk lainnya. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah
bahwa bahwa peradaban tidak hanya menunjuk pada benda-benda, tetapi juga
menunjukkan pada wujud gagasan, ide dan perilaku manusia yang tinggi halus dan
maju. Manusia yang beradab mampu menyimbangkan antara cipta, rasa dan karsa
untuk berbuat suatu kabaikkan.
C. EVOLUSI
BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
1. Evolusi budaya merupakan
gajala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu
terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin
mengadakan perubahan.
Berdasarkan uraian di
atas dapat dikatakan bahwa evolusi kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari
manusia sebagai pencipta kebudayaan dan proses masa/ zaman saat kebudayaan itu
diciptakan oleh manusia. Masa dalam kehidupan manusia menggalami evolusi dalam
2 kali tersebut :
a. Masa prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan)
b. Masa sejarah
(masa setelah manusia mengenal tuisan)
walaupun
pada masa prasejarah umumnya manusia
belum mengenal tulisan, akan tetapi manusia sudah menciptakan kebudayaan.
Terbukti pada masa prasejarah telah ditemukan beberapa hasil budaya manusia
yang revolusionar, yaitu :
1). Penemuan roda
untuk transportasi
2). Bahasa
2.
Mesolitik (zaman batu madya)
mesolitikum atau zaman batu madya adalah suatu periode dalam
perkembangan peradaban manusia, antara zaman paleotik atau zaman batu tua dan
neolitik atau zaman batu muda. Pada zaman mesolitikum, manusia tidak jauh
berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dn menangkap ikan.
Namun manusia pada masa itu juga mulai mempunyai tempat tinggal tetap dan
bercocok tanam .
3. Neolitik (zaman batu muda)
zaman neolitik merupakan zaman perkembangan
teknologi dari penggunaan batu.
4.
Megalitik (zaman batu besar)
megalitikum
berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu. Zaman
megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini
manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batu-batu
besar.
a. Zaman logam
Pada zaman logam
orang sudah dapat membuat
alat-alat dari logam disamping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik
melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. b. Zaman batu
Zaman
batu terjadi sebelum zaman logam dikenal dengan alat-alat kebudayaan terutama
dibuat dari batu disamping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodesasi lagi
menjadi 4 zaman, anatara lain :
1). Paleolitik (zaman batu tua)
2). Era
tembaga
3). Era perunggu
4). Zaman besi
2.
Wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
Peradaban merupakan tatapan dari evolusi yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan wujud dan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, ide/ gagasan seni, teknologi sistem pemerintah, hingga spiritualitas yang tinggi.
Peradaban merupakan tatapan dari evolusi yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan wujud dan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, ide/ gagasan seni, teknologi sistem pemerintah, hingga spiritualitas yang tinggi.
Contohya wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya pada zaman dahulu
adalah :
a). Codex hammurabi pada peradaban mesopotamia kuno
b).
Sistem kepercayaan politeisme pada peradaban lembah sungai indus
c). Tulisan (karya
sastra) pada peradaban yunani kuno
d). Sistem
pemerintah pada peradaban romawi kuno
e). Peradaban suku maya
D. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL
Perkembangan kebudayaan yang telah
mencapai taraf atau angkatan tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya
tercermin dari pola tindakan dan tingkah laku serta teknologi yang dikatakan
sebagai peradab atau evolusi kebudayaan yang tingkah telah mencapai taraf
tinggi disebut dengan peradaban. Tofler juga menyatakan bahwa gelombang
perubahan (dinamika) peradaban manusia hingga saat ini telah mengalami 3
gelombang (dalam bukunya yang berjudul “future shock: the third wane”,1981).
1.
Gelombang 1, peradaban manusia (800 sm-1500 m)
2. Gelombang 2,
peradaban teknologi industri (1500 m-1970)
3. Gelombang 3,
peradaban informasi (1970 m-sekarang)
Nasbitt dalam
bukunya megatrends (1988), menyatakan bahwa globalisasi (peradaban global)
memunculkan perubahan-perubahan (dinamika) yang akan dialami oleh negara-negara
dunia.
E.
PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
1.
Peradaban global menciptakan globalisasi
Evolusi kebudayaan merupakan proses perkembangan secara tertahap dan berkesinambungan (berbeda dengan revolusi yang cenderung instan dan cepat).
Evolusi kebudayaan merupakan proses perkembangan secara tertahap dan berkesinambungan (berbeda dengan revolusi yang cenderung instan dan cepat).
2. Problematika
peradaban global (erag lobalisasi)
tidak bisa dipungkiri bahwa pada peradaban global yang menciptakan era globalisasi dewasa ini, dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama pada teknologi komunikasi, membuat cakrawala/ ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas.
tidak bisa dipungkiri bahwa pada peradaban global yang menciptakan era globalisasi dewasa ini, dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama pada teknologi komunikasi, membuat cakrawala/ ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas.
BAB 5 MANUSIA,
KERAGAMAN DAN KESEHATAN
A.
HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESEHATAN
1.
Makna keragaman manusia
Keragaman
berasal dari kata ragam yang berarti “macam”
jenis : warna, corak berdasarkan kamus Besar bahasa indonesia/ KBBI (2008),
ragam berarti :
a. Sikap, tingkah laku, cara
b. Macam, jenis
c. Musik, lagu,
langgam
d. Warna, corak
e. Laras (tata bahasa)
Pada
prinsipnya, ada tiga macam istilah yang digunakan untuk mengambarkan masyarakat yang beragam yang terdiri dari
ras, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda, yaitu :
A. Masyarakat plura
masyarakat
plura adalah masyarakat yang terdiri lebih dari satu golongan/ kelompok (many).
B. Masyarakat
majemuk
masyarakat majemuk menunjukkan bahwa keberagaman yang lebih dari satu
itu memang berbeda-beda, bermacam-macam, dan bahkan tidak dapat disamakan
C. Masyarakat multikultural
masyarakat
multikultural bermakna adanya keragaman dan kesediaan anggota masyarakat untuk menerima keragaman (kelompok
lain dianggap sama) srbagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan budaya,
etnik, gender, bahasa, maupun agama.
2. Makna
kesetaraan manusia
Kesetaran berasal dari kata setara atau sederajat yang berarti “sama tingkatannya”. Menurut
kamus Besar Bahasa I ndonesia/KBBI (2008), sederajat artinya, “sama tingkatan,
baik dalam hal keududukan pangkat, golongan dan lain-lain.
B.
KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Ciri utama masyarakat mejemuk adalah “hidup berkelompok
yang berdampingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan
tergabung dalam sebuah satuan politik”.
Secara horizontal masyarakat mejemuk dikelompokkan
berdasarkan :
1 .Etnik dan ras atau asal usul keturunan
2 .Bahasa daerah
3.Adat istiadat atau perilaku
4.Agama
5.Pakaian, makanan dan budaya material lainnya
Sementara
itu, secara vertikal masyarakat majemuk dikelompokkan berdasar :
1.Penghasilan atau ekonomi
2.Pendidikan
3.Pemukiman
4.Pekerjaan
5.Kedudukan sosial budaya.
1.)
Ras
Manusia dapat dikelompok dalam berbagai ras, antara lain
:
a.
Ras kaukasoid
Ras kaukasoid adalah ras manusia yang sebagaian besar
menetap di eropa, afrika utara, timur tengah, pakistan dan india utara.
b.
Mongoloid
Ras mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar
menetap di asia utara, asia timur, asia tenggara, madagaskar, beberapa bagian
india, eropa utara, amerika utara, amerika selatan dan oseania.
c. Negroid
Ras negroid adalah ras manusia yang terutama mendiami
benua afrika di sebelah selatan gurun sahara.
d. Australoid
Ras australoid adalah nama ras manusia yang mendiami
bagian selatan india, srilanka, beberapa kelompok di asia tenggara, papua,
kepualuan malenesia dan australia.
e. Melanesia
Ras melanesia adalah nama ras manusia yang
mendiami wilayah yang memanjang dari pasifik barat sampai ke laut arafura,
utara dan timur laut australia. Ras ini merupakan bagian dari ras australoid.
Ciri-ciri fisik mereka berkulit hitam dan rambut kuning.
2. Etnik dan suku bangsa
Etnik
atau suku bangsa merupakan kelompok sosial/ kesatuan hidup manusia yang
memiliki sistem interaksi yang ada karena kontinuitas dan rasa indetitas yang
mempersatukan semua anggotanya serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.
C.
KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA
DAN BANGSA
1.
Kemajemukan sebagai
kekayaan bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik etnik, agama,
ras, golongan, tingkat ekonomi, hingga gender, keragaman etnik menjadikan
indonesia sebagai negara yang paling heterogen di dunia (lebih dari 300 suku).
Etnik merupakan indetitas sosial budaya seorang. Artinya, indetitas seseorang
dapat diketahui dari bahasa, tradisi, budaya, kepercayaan hingga pranata yang
dijalani.
2.
Kesetaraan sebagai
bangsa Indonesia
Manusia indonesia memiliki kesetaraan dalam arti memiliki
kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban yang dijamin oleh undang-undang dasar
1945. Apalagi indonesia menganut sistem
demokrasi, karena dalam negara demokrasi, kesetaraan antar sesama warga negara
(manusia) diakui dan dijamin. setiap manusia dilahirkan setara, meskipun dengan
keragaman indetitas yang disandang. Kesetaraan merupakan hal yang inheren yang
dimiliki manusia sejak lahir.
D.
PROBLEMA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM
KEHIDUPAN
1.
Problema keragaman
dan solusinya
Keragaman yang ada dalaam sebuah wilayah memang merupakan
suatu kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Adapun problema
keragaman tersebut adalah :
Keragaman yang ada kadang kala menimbulkan sikap saling
curiga antar masyarakat yang satu dengan lainnya. sikap curiga ini timbul
akibat adanya sikap terbuka, logis, dan dewasa atas keragaman masyarakat
tersebut , akibatnya adalah :
a.
Terjadinya
disharmonis/ ketidakharmonisan
b.
Terjadinya
disintegrasi/ perpecahan
c.
Menimbulkan
perilaku diskriminatif terhadap kelompok masyarakat tertentu
d.
Menimbulkan sikap rasialis (menganggap derajat
kelompoknya lebih tinggi dari kelompok lain)
Di indonesia, potensi fisik terhadap keragaman ini pernah
dan bahkan sering terjadi, yang dilatarbelakanggi keragaman etnik, agama, dan
sebagainya. Misalnya :
·
Kerusuhan sambas
·
Kerusuhan sampit
·
Konflik paso yang
berlatar belakang perbedaan agama (antara islam dan kristen ) pada tahun 2001 dan lain
sebagainya.
Untuk menghindari dampak buruk dari problema keragaman
yang terjadi di masyarakat seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada beberapa hal
(solusi) yang dapat dilakukan, yaitu :
a.
Integrasi
berdasarkan sukarela bukan keterpaksaan
b.
Meningkatkan
semangat religius, semangat nasionalisme, semangat
c.
Jalin komunikasi
antar budaya daerah
d.
Melakukan
reintegrasi
e.
Hilangkan penyakit
budaya seperti berikut :
1.
Etnosentrisme
2.
Stereotype
3.
Prasangka
4.
Rasisme
5.
Diskriminasi
6.
Scape goating
2.
Problema kesetaraan
serta solusinya
Kesetraan yang diinginkan adalah kesamaan derajat dalam
bidang agama, suku bangsa, ras, gender, golongan hak untuk pendidikan, pekerjaan,
kehidupan yang layak, kewajiban sebagai hamba Tuhan (memeluk agama dan
keyakinan masing-masing), Individu dan
anggota masyarakat.
Problem kesetaraan jika dibiarkan akan membuat harkat dan
martabat manusia sebagai mahkluk yang mulia menjadi hilang. Solusi untuk
mengatasi problem kesetaraan ini antara lain :
a.
Perlindungan dan
penegakan HAM
b.
Penghapusan segala
bentuk diskriminasi, seperti diskriminasi terhadap perempuan
c.
Semua orang
dianggap sama, tampa membedakan faktor promordial, ras dan lain sebagainya.
BAB : 6
MANUSIA,
NILAI, MORAL DAN HUKUM
A.
HAKIKAT, FUNGSI, DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL DAN HUKU
Hakikat
Fungsi dan Perwujudan Nilai
Dalam
kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari nilai. Pada hakikatnya, nilai berkaitan dengan
anggapan terhadap baik buruk atau pantas dan tidak pantas. Untuk menetukan
suatu itu dikatakan baik atau buruk,
pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Terhadap pengertian
nilai menurut para ahli, antara lain :
a.
Allport (dalam Rokeach, 1973) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kekayaan
yang melandasi seseorang untuk bertindak
berdasarkan pilihannya.
b.
Kiimbal young (dalam agung s.s raharjo,2009) mengemukakan bahwa nilai adalah
asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap paling
dalam masyarakat.
c.
A.W Green (dalam, vicentus satu 2009) menyatakan bahwa nilai adalah kesadaran
yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
d.
Woods (dalam vincentus satu, 2009) menyatakan bahwa nilai merupakan petunjuk umum
yang telah berlangsung lama serta menggarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam
kehidupan sehari-hari.
Nilai itu sendiri terbagi menjadi 2, yaitu nilai yang
telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam
kehidupan sehari-hari.
a
. Nilai itu objektif
Menurut
aliran idealisme (disebut juga aliran objektifvitas), nilai itu objektif, ada
pada setiap sesuatu.
b
. Nilai itu subjektif
Nilai
suatu objek terletak pada subjek yang menilainya.
a).
Fungsi nilai sebagai standar, meliputi :
1.
Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues
tertentu dan mengevaluasi.
2.
Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding
ideologi politik yang lain.
3.
Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain.
4.
Melakukan evaluasi dan membuat keputusan.
5.
Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain,
memberikan individu akan keyakinan, sikap, nilai, dan tingkah laku individu
lainyang berbeda, yang bisa diprotes dan dibantah, bisa dipengaruhi dan diubah.
b.
Fungsi nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan
keputusan
situasi
tertentu secara tipikal akan mengaktivitaskan beberapa nilai dalam sistem nilai
individu. Umumnya nilai-nilai yang beraktivitas adalah nilai-nilai yang dominan
pada individu yang bersangkutan.
Selanjutnya
diadakan pertemuan antara rektor dengan perwakilan mahasiswa untuk mencari
solusinya (pemecahan konflik) dan mengambil keputusan yang tidak merugikan
bersama (nilai bersama).
c.
Fungsi motivasi
fungsi
langsung dari nilai adalah mengarahkan ningkah laku individu dalam situasi
sehari-hari, sedangka fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresi
kebuuhan dasar sehingga mulai dikatakan memiliki fungsi motivasional.
2. Hakikat fungsi dan perwujudan moral
Dalam
Bahasa latin, berasal dari kata “mores” yang artinya adat kebiasaan. Moral juga
dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan
seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran,
suara hati, serta nasihat, dan lain-lain . moral sama dengan etika, etik,
akhlak, kesusilaan, dan budi pekerti.
Moral
berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam
kehidupan sehari-hari di tengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun
dalam lingkungan keluarga.
Moral
sebenarnya tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya setempat yang diyakini
kebenarannya. Penggunaan pakian-maaf-setengah telanjang mungkin akan dianggap
melanggar aturan moral orang-orang dari timur akan tetapi aturan ini bisa saja
tidak berlaku bagi perempuan di barat yang sudah biasa melakukannya karena
sudah menjadi kebiasaan.
Sumaryono (1995) mengklasifikasikan moralitas atas
beberapa bagian yaitu sebagian objektif :
a.
Moralitas objektif
Moralitas objektif adalah moralitas perbuatan yang
melihat perbuatan manusia sebagaimana apa adanya. Jadi perbuatan itu mungkin
baik atau buruk, mungkin benar atau salah terlepas dari berbagai modofikasi
kehendak bebas yang hukum diciptakan untuk ditaati demi terwujudnnya ketertiban
dan ketentraman dalam masyarakat. Akan tetapi, pelanggaran hukum tetap saja
terjadi akibat lemahnya kesadaraan hukum masyarakat.
Problematika nilai, moral, dan hukum dalam masyarakat dan
negara yang berupa pelanggaran terhadap nilai, moral dan hukumdi atas memiliki
perbedaan masing-masing. Misalnya, negara berhak memberi sanksi bila warga
negara melakukan pelanggaran hukum, tetapi tidak berwenang menjatuhkan sanksi
bagi pelanggaran moral dan etik/nilai. Kecuali jka pelanggaran etik itu sudah
menjurus pada pelanggaran hukum.
BAB : 7
MANUSIA,
SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
A.
MANUSIA ,SAINS TEKNOLOGI DAN SENI
1.
Hakikat dan Makna
Sains
Sains
merupakan ilmu yang bersifat teoritis, sehingga sains tidak memiliki wujud
dan hanya bisa dipelajari, dan
nantinya akan menghasilkan teknologi.
Pengetahuan
dapat dikembangkan manusia karena 2 hal, yaitu :
a.
Manusia mempunyai
bahasa yang dapat mengkomonikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakanggi informasi tersebut.
b.
Manusia berpikir
menurut suatu jalur pikir tertentu yang merupakan kemampuan untuk menalar atau
melakukan penalaran.
Berpijak dari hal ini, maka ilmu memiliki kandungan
unsur-unsur pokok sebagai berikut :
a.
Berisi pengetahuan
(knowledge)
b.
Tersusun secara
sistematis
c.
Menggunakan penalaran
d.
Dapat dikontrol
secara kritis oleh orang lain
Dalam kajian filsafat, pengetahuan bisa mencapai ilmu
jika sudah memenuhi tiga kriteria sebagai berikut.
1).
Adanya aspek ontologis
2).
Adanya aspek epistemologi
3).
Adanya aspek aksiologi
2 2. Hakikat Teknologi
Teknologi
dalam artian adalah ilmu seni atau ilmu kerajinan (dalam menghasilkan sesuatu).
Selanjutnya, brown (1980) menyatakan bahwa teknologi pada
hakikatnya merupakan penerapan pengetahuan oleh manusia guna mengejarkan
sesuatu yang diinginkan.
Teknologi digunakan untuk memanfaatkan gejala alam dan
mengubahnya. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber
daya alam menjadi alat-alat sederhana.
3. Hakikat Seni
Seni
pada hakikatnya bisa diingat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia.
Seni
merupakan hasil dari ekspresi jiwa
manusia yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni
merupakan karunia Tuhan kepada manusia untuk dapat berekspresi sebagai
perwujudan dari peradaban manusia. Seni merupakan hasil pengerahan kemampuan
akal, tubuh, perasaan, emosi, keinginan serta panca inderanya yang ditampilkan
dalam sebuah karya yang dapat dinikmati, baik oleh sang seniman (si pembuat
karya ) maupun orang lain (si penimat karya) yang bertujuan untuk menciptakan
keharmonisan jiwa, raga dan pikiran.
Jika
dilihat dari penggunaan medianya, maka seni dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a. Seni yang dapat dinikmati melalui media pendegaran
b. Seni yang dinikmati dengan media penglihatan
c. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan
pendegaran
4. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni (IPTEKS) kemudian diaplikasikan dalam kehidupan secara lebih modera
(peradaban).
Saat
ini manusia sudah mengklasipikasikan IPTEKS dengan menciptakan beban kerja mereka.
IPTEKS
juga berkaitan dengan upaya manusia untuk mencapai hidup pada taraf yang lebih
baik, maka dapat disimpulkan bahwa :
b.Manusia
sebagai pencipta kebudayaan
c. Kebudayaan yang menghasilkan peradaban
d. Produk peradaban adalah salas teknologi dan
seni
e.
Produk sains, teknologi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
IPTEKS itu netral tapi tidak semuanya yang
bebas nilai (artinya ada yang bebas nilai).
B.
DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
Dampak
positif dari kemajuan dari IPTEKS adalah kemudahan-kemudahan dalam
beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan IPTEKS adalah dapat
mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa
ternyata dirinya sendiri telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif,
hedonistik, dan materialistik.
C.
Pronlematika Pemanfataan Di Indonesia
Pemanfaatan IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan
pemenuhan kebutuhan hidup. IPTEKS memberi rahmat dalam arti memicu kemajuan dan
kesejateraan. Namun demikian pemanfaatan IPTEKS oleh manusia dapat pula
berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Gejala
negatif itu sebagai akibat dari penyalah gunaan, ataupun tidak mempunyai
manusia dalam mengendalikan kekuatan teknologi itu sendiri. Di Indonesia, untuk
mendayagunakan IPTEKS diperlukan nilai-nilai luhur agar pelaksaan IPTEKS dapat
diperanggungjawabkan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pembagunan IPTEKS di Indonesia
diharapkan dapat menjadi sumber terbentuknya iklim inovasi yang menjadi
landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia (SDM), yang pada
giliranya dapat menjadi sumber pengetahuan dan daya saing ekonomi.
BAB : 8
MANUSIA DAN
LINGKUNGAN
A.
Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusian
Dalam ilmu biologi lingkungan adalah kombinasi antara
kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti:
Tanah, air, energi, surya, mineral, serta flora dan fauna
yang tumbuh di atas tanah maupun didalam lautan, dengan kelembagaan yang
meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan
fisik tersebut. Lingkungan menurut ilmu biologi ini terdiri dari komponem
abiotik dan biotik.
1.komponem abiotik adalah segala yang tidak bernyawa
2.komponem biotik adalah sesuatu yang bernyawa
Jika dikatakan denagn ilmu sosial kemasyarakatan dan
hubungannya dengan manusia, lingkungan dapat dikatakan sebagi suatu media
dimana makhluk hidup tinggal, mencari dan memiliki karakter serta fungsi yang
khas dan terkait secara timbal balik
dengan keberadaan mahkluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang
memiliki peranan yang lebih kompleks dan ril.
B.
KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESETARAAN
1.
Lingkungan dan
Kesetaraan
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia
menjadi sejahtera. Artinya, lingkungan
hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan dan diharapkan mampu memberikan
kesejahteraan dalam hidup manusia.
Pengaruh lingkungan terhadap kesetaraan manusia bisa ditinjau kembali dari
sudut sejarah, dimana pada zaman dahulu, manusia cenderung untuk mamilih lokasi
lingkungan yang strategis dan memiliki daya dukung untuk kehidupan seperti
memiliki sumber mata air, lingkungan tepi sungai lain sebagainya.
2. Penduduk,
Lingkungan, Dan Kesetaraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan kesejahtaraan. Penduduk
merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal di suatu tempat
(lingkungan) secara bersama-sama menyelenggrakan kehidupan nya dalam jangka
waktu yang lama. Artinya, penduduk membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup
menetap dan mengembangkan diri. Setelah tinggal menetap, penduduk mulai
memikirkan untuk mengusahakan suatu dalam rangka mencapai kesejahteraan hidupnya.
Akan tetapi, satu hal yang tidak boleh dilupakan untuk
melakukan pembagunan guna mencapai kesejateraan adalah kualitas penduduk.
C.PROBLEMATIKA
LIINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAT
1. Problematika pengelolaan lingkungan
lingkungan
dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia.
Perubahan lingkungan banyak terjadi di daerah kota bila dibandingkan dengan
daerah pelosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan
“primitif”. Perubahan lingkungan mempenggaruhi berbagai aspek kehidupan
manusia. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia mnyebabkan adanya
gangguan terhadap keseimbangan karena berkurangnya fungsi dari sebagian komponem
lingkungan. Dengan campur tangan manusia dan faktor alami yang terjadi dapat
menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.
Berikut diberikan
contoh perubahan lingkungan yang berdampak positif :
a. Penembagan pohon untuk dimanfaatkan kayunya
dengan menanam kembali pohon untuk mengganti yang telah ditebang.
b. Penampakan
kembali pohon karena kebakaran untuk daerah resapan air dan mencegah
erosi.
Sementara
itu, berikut merupakan contoh perbuatan lingkungan yang berdampak negatif :
a. Terjadinya erosi karena pengundulan hutan
b. Berkurangnya pupuk buatan dan pestisida
secara terus-menerus yang mengakibatkan pencemaran dan lama-kelamaan dapat
mengurangi kesuburan tanah.
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penetaan, pemeliharaan,
pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup.
Pengelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut :
a. Mencapai
kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membagun
manausia seutuhnya
b. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana
c. Mewujudkan
manusia sebagai pembina lingkungan hidup
d. Melaksanakan pembagunan berwawasan
lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang
e. Melindungi
negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan
kerusakan dan pencemaran lingkungan.
2. Problematika lingkungan sosial
problematika
dalam lingkungan sosial budaya masyarakat merupakan permasalahan karena
menyangkut kata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum dan
bersifat merusa. Problema sosial timbul dari keruranga dalam diri manusia atau
kelompok yang bersumber dari faktor ekonomi, biologis, psikologis, kebudayaan,
perceraian, kejahatan kenakalan anak, hingga konflik ras.
D. ISU-ISU
PENTING PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
Dizaman globalisasi sperti seperti ini, marak dengan
munculnya macam-macam isu global, yang pada akhirnya mempengaruhi negara-negara
yanng ada di dunia, termasuk indonesia. Dengan banyak isu-isu global tersebut,
sangat dibutuhkan kesadaran dari warga negara masing-masing untuk memilii
kesadaran global. Kesadaran global yang dimaksut adalah memiliki pemikiran yang
lebih kritis dalam menerima atau menangapi isu global, karena itu bisa
dipungkiri bahwa isu-isu global ini menjadi keprihatinan bagi seluruh umat
manusia seduia.
Adapun
isu global tersebut antara lain sebagai berikut :
1.Isu
tentang lingkungan
masalah lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakannya
konferensi PBB tentang lingkungan hidup di stockhlom, swedia, pada tanggal 15
juni 1972. Faktor terpenting dalam permasalahan lingkungan adalah besarnya
populasi manusia (laju pertumbuhan penduduk). Beberapa contoh permasalahan
lingkungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
a.Kekeringan
b.Banjir
c. longsor
d.
erosi/ abrasi pantai
e.
Intrusi air laut
f.
Kebakaran hutan
g.
Pencemaran minyak lepas pantai
h.
Pemanasan global
i. Penipisan lapisan ozon
j. Hujan asam k.
Penurunan keanekaragaman hayati
2. Isu tentang
kemanusiaan
manusia adalah mahkluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan di
dunia, sehingga manusia memiliki harkat dan martabat yang tinggi. Akan tetapi,
harkat dan martabat ini harus dijaga dan dilindungi agar tidak terjadi
penindasan, baik oleh manusia lain maupun negara tempat bernaungnya
manusia.
a. Kemiskinan
kemiskinan
merupakan sebuah isu global yang tidaknpernah surut dipercayakan sampai
kapanpun, selama kemiskinan itu ada.
b. Perang
perang
merupakan salah satu masalah yang menyangkut kemanusiaan. Perang adalah sebuah
fisik dan non fisik (dalam arti sempit adalah kondisi permunsuhan dengan
menggunakan kekerasan).
c. wabah penyakit
wabah
merupakan istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah
yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar
terssebut.
3.
ISU HAM
salah
satu konsep dan indikator yang menjadi parameter bagi pertumbuhan dan
perkembangan kemanusiaan diberbagai negara adalah menghormati hak asasi manusia
dan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan seluruh dimensinya.
DAFTAR PUSTAKA
Budi juliardi, S.H.,M.Pd.2014.ILMU SOSIAL BUDAYA
DASAR.Bandung: Alfabeta