Sabtu, 19 November 2016

ilmu sosial budaya dasar


KATA PENGANTAR
Puji syukur kita hanturkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya kita masih diberikan kemampuan dalam menjalankan aktivitas terutama dalam menyelesaikan tugas ini.Kedua kalinya kami ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu akademik, karena atas kesempatan yang telah diberikan, kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan secepat mungkin. Sebagai kata selanjutnya, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penulisan tugas ini terdapat kekeliruan dan kekurangan dalam kata maupun penyampaiannya, karena itulah batas pemikiran dan kemampuan kami. Namun, demi perbaikan dan kesempurnaan tugas ini kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca.


Sintang, 13 November2016
Penulis


ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
BAB : 1
PENGANTAR ISBD
A.    HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
1.      Hakikat dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISD merupakan suatu disiplin ilmu yang bertujuan untuk menanggapi masalah masalah  sosial, khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia. Adapun tema poko dari ISBD adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan.
Objek kajian ISBD antara lain sebagai berikut :
a.      Berbagai kenyataan bersama yang  merupakan masalah sosial yang dapat ditanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang (interdisiplin).
b.      Keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan dari kebutuhan sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan yang dapat mengakibatkan kerjasama dan pertentangan.
Sementara ruang lingkup dari kajian ISD itu sendiri adalah sebagai berikut :
a .Individu, keluarga dan masyarakat
b . Masyarakat kota dan desa
c .Masalah penduduk
d .Pelapisan sosial
Pemuda dan sosialisasi
a.   Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan
Sedangkan ilmu budaya dasar/IBD merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Pokok kajian  IBD adalah : berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang satu.
Ruang lingkup yang disajikan dari IBD antara lain :
a .Manusia dan pandagan hidup
b .Manusia dan keindahan
a .Manusia dan keadilan
b .Manusia dan cinta kasih
c .Manusia dan tanggung jawab
d .Manusia dan kegelisahan
e .Manusia dan harapan
Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
ISBD  mengkaji tentang :
a .Pengatar ISBD
b .Manusia sebagai makhluk individu dan social
c .Manusia sebagai makhluk dan budaya
d .Manusia dan peradaban
e .Manusia, keragaman dan kesejahteraan
f .Manusia, nilai moral dan hokum
g .Manusia, sains, teknologi dan hokum
h .Manusia dan hokum.

B.  ISBD SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)
1.   ISBD merupakan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)  suatu program yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri atas :
a .Kelompok matakuliah  pengembangan kepribadian (MPK).
b.Kelompok matakuliah keilmuan dan ketrentaman (MKK).
c. Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB).
D .Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MKB).
a.    VisiI SBD sebagai MBB
Mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup masyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.
b.     Misi ISBD sebagai MBB
Menumbuhkembangkan daya kritis, daya kreatif, apreasi dan kepekaan mahasiswa terdapat  nilai-nilai sosial dan budaya demi memantapkan kepribadiannya sebagai bekal hidup selaku individu dan mahluk sosial yang memiliki sifat.
c.     Kompetensi ISBD sebagai  MBB
Standar kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa meliputi :
kepedulian terhadap pelestarian Berpikir kritis, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis memiliki apresiasi, kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis, berkeadaban dan menjujung tinggi nilai, memiliki sumber daya alam dan lingkungan hidup, mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sastra dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial, budaya dan lingkungan secara arif.
2.     ISBD sebagai program pendidikan umum
Permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di berbagai Negara di dunia ini adalah bahwa proses pendidikan dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal, tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian.


BAB : 2
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A. HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK BUDAYA
1.      Hakikat Manusia
Manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa. Tuhan membekali manusia dengan akal dan persiapan untuk menerima macam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian, sehingga manusia dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup mengguasai alam dan hewan melalui proses interaksi unsur-unsur pembagunan manusia tersebut adalah :
a .Jasad
b .Hayat
c .Ruh
d .Nafs
2.      Hakikat manusia sebagai makhluk budaya
Manusia merupakan salah satu mahkluk ciptaan Tuhan yang ada di permukaan bumi . artinya manusia bukan satu-satunya mahkluk cipataan Tuhan. Akal budi merupaka pemberian Tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Kebutuhan manusia dalam kehidupan dapat dibedakan manjadi 5 :
a .Kebutuhan fisiologis
b .Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan
c .Kebutuhan sosial
d .Kebutuhan akan penghargaan
e .Kebutuhan akan aktualisasi
Berdasarkan definisinya itu, harsoso mengemukakan pokok-pokok kebudayaansebagai berikut :
a .Kebudayaan yang terdapat dalam umat manusia itu sendiri
b .Kebudayaan itu didapat dan diteruskan secara sosial dengan pelajaran
c .Kebudayaan terjabarkan dari komponen biologis, psikologis dan sosiologis dari eksistensis manusia
d .Kebudayaan itu berstruktur
e .Kebudayaan itu dinamis
f .Nilai dalam kebudayaan itu bersifat dalam relatif.
Pokok –pokok kebudayaan menunjukkan bahwa kebudayaan merupakan aktivitas perilaku manusia yang sangat kompleks. Kebudayaan akan tetap hidup dalam masyarakat selama masyarakat itu ada dan akan terus berkembang sesuai  dengan perkembangan masyarakat  yang bersangkutan.
j.j hoenigman membagi wujud kebudayaan menjadi 3, yaitu :
a. gagasa
b. aktivitas
c.artefak/benda                                                                                                                  
 kebudayaan yang terwujud gagasan yang berupa ide dan adat istiadat mengatur dan member arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia. Baik  pikiran maupun ide-ide , maupun tindakan dalam karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisik. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi).
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah (momaden) atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan  unsur kebudayaan fisik), yaitu : alat-alat produktif, senjata, wadah alat-alat menyalakan api, makanan, pakaian, tempat, berlindung dan perumahan serta alat-alat transportasi.
a.       Sistem peralata dan perlengkapan
Unsur ini merupakan produl manusia sebagai homo economicus yang menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat. Akan tetapi, perhatian para ilmu pada sistem mata pencarian tradisional saja, diantaranya berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang dan menangkap ikan.
b.      Sitem kemasyarakatan/kekerasa atau organisasi sosial
Meyer fortes (1970) mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk mengambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan. Sementara itu organisasi sosial adalah perkumpulan yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbeda, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembagunan bangsa dan bernegara.
c.       Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau hubungan, baik lewat tulisan, lisan ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan mencapaikan maksut hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi, yaitu fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahsa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno dan untuk mengeksploitasikan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d.      Kesenian
Unsur ini merupakan hasil dari manusia sebagai homo aestecus. Setelah manusia  dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu pandagan mata yang indah, suara yang  merdu, yang semua dapat dipenuhi melalui keseniaan.
e.       Sistem pengetahuan
Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, seperti melalui pengalaman, instunsi, wahyu wahyu dan berpikir menurut logika atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error), disamping itu didapat melalui dari orang lain (melalui proses belajar).
f.       Sistem religi
Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak  dapat  dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.

C . ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
Etika berasal dari bahasa yuyani yaitu “ethos” yang artinya ajaran tentang baik dan buruk. Kata entika identik dengan moral yang berarti beraklak atau kesusilaan. Sementara dalam kamus besar Bahasa Indonesia/ KBB1 (2008) merumuskan pengertian etika dalam 3 arti yaitu sebagai berikut :
a .Ilmu tentang apa yang baik dan yang benar
b .Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak dan
c .Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.
Menurut saloman (1988). Etika dapat dikelompokkan menjadi 2 definisinya yaitu :
a .Etika karakter individu
b .Etika merupakan hukum dalam sosial
1.      Estetika  dalam berbudaya
Estetika merupakan teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan masalah nilai indah atau jelek. Sesuatu yang estetis  berarti memenuhi unsur keindahan  (secara estetis murni maupun secara sempit, baik dalam bentuk warna, garis, kata ataupunnada).kaidahnya itu sendiri dapat diartikan dalam beberapa hal yaitu :
a .Secara luas
b .Secara sempit
c .Secara estetis murni
Estetika berbudaya menyiratkan perlunya manusia individu atau masyarakat untuk menghargai keindahan budaya yang dihasilkan manusia lainnya.

D . MEMANUSIAKAN MANUSIA
Memanusiakakan manusia berarti berperilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan martabat derajat manusia lainnya. Memanusiakan manusia adalah tidak menindas sesama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia/KBB (2008) diyatakan bahwa istilah memanusiakan merupakan “upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya”. Oleh karena budaya mengandung unsur etik dan estetik, maka memanusiakan manusia dalam arti ini adalah upaya, untuk membuat manusia menjadi memiliki etik dan estetik yang dapat dibiasakan penerapannya dalam tingkah laku  sehari-hari.

E . PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berdeda-beda yang menghasilkan keragaman budaya. Artinya, kebudayaan yang diciptakan oleh suatu kelompok berbeda dengan kebudayaan yang diciptakan oleh kelompok lainnya. Perbedaan kebudayaan ini kemudian memunculkan ciri khas dari sebuah wilayah yang mungkin saja tidak dimiliki oleh kebudayaan lainnya, contohnya : budaya dari minangkabau tentu berbeda dengan budaya dari masyarakat suku batak di sumatra utara.
a.       Penetrasi kebudayaan
Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan cara :
1 ). Penetrasi damai (penetration pasifiaue)
masuknya kebudayaan dengan jalan damai penetrasi kebudayaan secara damai akan menghasilkan sebagai berikut :
a .Akultrasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tampa mengghilangkan unsur kebudayaan asli.
b .Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru.
.Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
d .Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak.
2). Pewarisa kebudayaan
Masuknya sebuah kebudayaan yaitu proses pemindahan, penerusan, pemilikan dan pemakian budaya dari generasi ke generasi secara berkesinambungan melalui enkultrasi (pemdayaan) dan sosialisasi (pemasyarakatan) pewarisan kebudayaan yang terjadi  akibat proses interaksi antar manusia/kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda dapat menimbulkan problem, yaitu :
a .Perubahan akan merugikan manusia
b .Perubahan juga menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi, berlangsung cepat dan diluar kendal.
3).Perubahan   kebudayaan   
  perubahan kebuayaan yaiu perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya ketidaksesuaiaan diantaranya unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang fungsinya tidak serasi bagi kehidupanya. Perubahan kebudayaan yang terjadi akibat proses interaksi antar manusia/ kelompok yang dimiliki kebudayaan yang berbeda dapat menimbulkan problem :  
  a. Perubahan akan merugikan manusia 
 b. Perubahan juga akan menjadi bencana jika dilakukan melalui revolusi, berlangsung cepat dan diluar kendali manusia (difusi).
4). Penyebaran kebudayaan (difusi)  
 penyebaran kebudayaan yaitu prosese penyebarannya unsur-unsur ke masyarakat lain. Penyebaran kebudayaan yang terjadi akibat proses interaksi antar manusia/ kelompok yang dimiliki kebudayaan yang berbeda dapat menimbulkan problem yaitu budaya lokal akan hilang sebagai akibat kuatnya budaya asing, seperti indonesia dengan masuknya budaya asing, budaya gotong royong perlahan sirna diganti oleh budaya individualistik dari barat.
Problem akibat dinamika kebudayaan ini memang terjadi dan tidak pernah dihindari. Dalam jangka waktu tertentu, semua kebudayaan pasti mengalami perubahan.

BAB : 3
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

A.HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL
Unsur-unsur yang terdapat dalam hakikat manusia sebagai makhluk individu dan mahluk sosial terdiri dari hal-hal berikut :
1.      Susunan kodrat manusia yang terdiri dari atas raga dan jiwa
2.      Sifat kodrat terdiri atas mahluk individu dan sosial
3.      Kedudukan kodrat terdiri atas mahluk berdiri sendiri dan mahluk ciptaan tuhan. 
Jadi, unsur manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial adalah hakikat manusia berdasarkan sifat-sifat kodrati yang pada dirinya yang telah ada sejak manusia itu diciptakan.
1 .Manusia sebagai mahkluk hidup
Individu berasal dari   latin “individiuum” yang berarti tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil atau terbatas. Kata individu bukan berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia. Dari sini dapat dikatakan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di  dalam  lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku yang spesifik dalam dirinya.
2 .Manusia sebagai mahkluk sosial
Menurut  kodratnya, manusia adalah makhluk sosial atau makhluk masyarakat yang membutuhkan perkembangan. Artinya dalam hubugannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.  Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial juga karena alasan bahwa pada diri manusia ada dorongdan kebutuhan untuk berhubungan (berinteraksi) dengan orang lain. Manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia lainnya.

3 .Pentingnya sosialisasi bagi manusia sebagai makhluk individu
Manusia pasti sangat membutuhkan   orang lain (proses sosialisasi) sehingga manusia disebut juga sebagai makhluk sosial. Proses sosialisasi akan membuka berbagai macam cakrawala pengetahuan yang besar bagi setiap individu. 
   
B.   PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVDU DAN SOSIAL   
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial memiliki peranan penting diantaranya, menjaga kelestarian alam, menjaga hubungan antar sesam manusia, serta menjaga hubungan dengan sang pencipta.  
1. Peranan manusia sebagai makhluk individu
 Sebagai makhluk individu, manusia berperan untuk mewujudkan hal berikut :
 a.    Mewujudkan harkat dan martabat yang mulia  
Manusia diciptakan oleh tuhan dengan memiliki harkat dan martabat yang mulia jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Harkat dan martabat yang  mulia ini harus diakui dan dihargai oleh satu manusia terhadap manusia lainnya.
 b.     Menggunakan terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia
 Sebagai individu yang memiliki harkat dan martabat mulia, manusia menuntut pengakuan akan adanya hak asasi dalam dirinya, seperti hak untuk hidup, hak untuk berkarya, hak untuk mengembangkan diri, dan hak asasi lainnya.
c.      Merealisasikan segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup 
Manusia diciptakan  oleh Tuhan dengan dibekali bakat atau potensi yang berbeda antar satu dengan yang lainnya. potensi ini harus digali, diasah dikembangkan dan diaplikasikan.
d.     Menuntut ilmu pengetahuan, ,merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan, kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar.
2.    Peranan manusia sebagai makhluk sosial   
Sebagai makhluk sosial, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut:                                                   
a.    Melakukan interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tampa bantuan dari manusia lain.
  b.    Menciptakan norma yang mengatur kehidupan sosial Manusia membutuhkan norma-norma sosial sebagai patokan dalam bertingkah laku. Norma tersebut adalah :
Norma agama
- Norma kesusilaan atau norma moral
 -   Norma kesopanan atau adat
- Norma hukum
c.     Mengupayakan terlaksananya kewajiban  
manusia memang memiliki hak sebagai makhluk individu yang harus dilaksanakan dan diperoleh oleh manusia yang bersangkutan. Akan tetapi, hak manusia dibatasi oleh kewajiban yang harus dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Manusia tidak bisa menuntut hak tampa melakukan kewajiban.
C. DINMIKA INTERAKSI SOSIAL 
      Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan dalam masyarakat.
  bentuk interaksi sosial adalah: 
1. Asosiatif yaitu proses interaksi yang mengarah kepada persatuan meliputi :
a.      Akomodasi
b.      Kerjasama
c.       Asimilasi
d.      Akultrasi
2. Disasosiatif yaitu proses interaksi yang mengarah kepada perpecahan meliputi :
a.      Persaingan
b.      Pertikaian/ pertentangan
c.       kontovensi  
1. Kontak sosial              
kontak bersama-sama menyentuh dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial itu sendiri dapat memiliki sifat sebagai berikut.
a. Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif                                               
 b. Kontak sosial dapat primer dan sekunder.
 2.     Komunikasi                                                                                                                         komunikasi adalah proses memberikan  tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan, gerak badan atau sikap atau perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Dengan tafsiran pada orang lain, seorang memberi reaksi berupa tindakan terhadap maksut orang lain tersebut.
D. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKA
Individualisme merupaka satu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka dan bebas. Mereka yang menganut pandangan individualisme ini menentuka intervensi dari kelompok masyarakat bukan negara atas pilihan pribadi mereka. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Ideologi liberalisme  mengembangkan prinsip :
  1. Menjamin hak milik perorangan                                                                                                
  2. Mementingka diri sendiri/ kepentingan individu yang bersangkutan 
  3. Memberi kebebasan penuh dan individu                                                                                            
 4. Persaingan bebas untuk mencapai kepentingan masing-masing.

BAB : 4
MANUSIA DAN PERADABAN
A. HAKIKAT PERADABAN       
Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat dan manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks” yang dicirikan oleh kemajuan dalam praktik pertanian, hasil karya, organisasi pemerintah, hingga pemukiman yang megah di zamanya.                                                                                                                                                   Peradaban berasal dari kata “abab” yang artinya akhlak, kesopanan atau kehalusan budi pekerti atau yang merujuk pada sifat yang tinggi dan mulia.
B. MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK BERADAP DAN MASYARAKAT ADAB          
 Manusia adalah mahkluk yang beradap sehingga mampu menciptakan peradaban, peradaban sebagai produk yang bernilai tinggi, halus, indah, dan maju menunjukkan bahwa manusia adalah mahkluk yang memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki oleh mahkluk lainnya. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah bahwa bahwa peradaban tidak hanya menunjuk pada benda-benda, tetapi juga menunjukkan pada wujud gagasan, ide dan perilaku manusia yang tinggi halus dan maju. Manusia yang beradab mampu menyimbangkan antara cipta, rasa dan karsa untuk berbuat suatu kabaikkan.
C. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA 
 1. Evolusi budaya merupakan gajala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. 
 Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa evolusi kebudayaan tidak bisa dilepaskan dari manusia sebagai pencipta kebudayaan dan proses masa/ zaman saat kebudayaan itu diciptakan oleh manusia. Masa dalam kehidupan manusia menggalami evolusi dalam 2 kali tersebut :              
 a. Masa prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan)
 b. Masa sejarah (masa setelah manusia mengenal tuisan)                                                        
 walaupun pada masa  prasejarah umumnya manusia belum mengenal tulisan, akan tetapi manusia sudah menciptakan kebudayaan. Terbukti pada masa prasejarah telah ditemukan beberapa hasil budaya manusia yang revolusionar, yaitu :
 1). Penemuan roda untuk transportasi
 2). Bahasa
 2.  Mesolitik (zaman batu madya)                                                                                                       mesolitikum atau zaman batu madya adalah suatu periode dalam perkembangan peradaban manusia, antara zaman paleotik atau zaman batu tua dan neolitik atau zaman batu muda. Pada zaman mesolitikum, manusia tidak jauh berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dn menangkap ikan. Namun manusia pada masa itu juga mulai mempunyai tempat tinggal tetap dan bercocok tanam .                                                                                                                        
 3. Neolitik (zaman batu muda)                                                                                                        
zaman neolitik merupakan zaman perkembangan teknologi dari penggunaan batu.
 4. Megalitik (zaman batu besar)                                                                                          
 megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu. Zaman megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar.                                                                                                     
a.  Zaman logam                                                                                                                              
  Pada zaman logam  orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam disamping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan.                                                                                                                                                                                   b.   Zaman batu                                                                                                                        
 Zaman batu terjadi sebelum zaman logam dikenal dengan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu disamping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodesasi lagi menjadi 4 zaman, anatara lain :                                                                                                                                                            
1). Paleolitik (zaman batu tua)
 2). Era tembaga                                                                                                                                  
 3). Era perunggu                                                                                                                                   
4). Zaman besi                                                                                                                                                               
  2. Wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya   
Peradaban merupakan tatapan dari evolusi yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan wujud dan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur  budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, ide/ gagasan seni, teknologi sistem pemerintah, hingga spiritualitas yang tinggi.                                                                                                                                           
Contohya wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya pada zaman dahulu adalah :                
      a). Codex hammurabi pada peradaban mesopotamia kuno                                                             
      b). Sistem kepercayaan politeisme pada peradaban lembah sungai indus
      c). Tulisan (karya sastra) pada peradaban yunani kuno
      d). Sistem pemerintah pada peradaban romawi kuno 
     e). Peradaban suku maya
D. DINAMIKA  PERADABAN  GLOBAL                                                               
   Perkembangan kebudayaan yang telah mencapai taraf atau angkatan tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya tercermin dari pola tindakan dan tingkah laku serta teknologi yang dikatakan sebagai peradab atau evolusi kebudayaan yang tingkah telah mencapai taraf tinggi disebut dengan peradaban. Tofler juga menyatakan bahwa gelombang perubahan (dinamika) peradaban manusia hingga saat ini telah mengalami 3 gelombang (dalam bukunya yang berjudul “future shock: the third wane”,1981).
1. Gelombang 1, peradaban manusia (800 sm-1500 m)
 2. Gelombang 2, peradaban teknologi industri (1500 m-1970)
 3. Gelombang 3, peradaban informasi (1970 m-sekarang)
   Nasbitt dalam bukunya megatrends (1988), menyatakan bahwa globalisasi (peradaban global) memunculkan perubahan-perubahan (dinamika) yang akan dialami oleh negara-negara dunia.
E. PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
 1. Peradaban global menciptakan globalisasi     
Evolusi kebudayaan merupakan proses perkembangan secara tertahap dan berkesinambungan  (berbeda dengan revolusi yang cenderung instan dan cepat).
  2. Problematika peradaban global (erag lobalisasi)   
 tidak bisa dipungkiri bahwa pada peradaban global yang menciptakan era globalisasi dewasa ini, dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama pada teknologi komunikasi, membuat cakrawala/ ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas.
                                                 BAB 5                                                                                   MANUSIA, KERAGAMAN DAN KESEHATAN
A.    HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESEHATAN 
 1. Makna keragaman manusia                                                                                            
  Keragaman berasal dari kata ragam yang berarti “macam” jenis : warna, corak berdasarkan kamus Besar bahasa indonesia/ KBBI (2008), ragam berarti :
  a. Sikap, tingkah laku, cara
  b. Macam,  jenis
  c. Musik, lagu, langgam 
  d. Warna, corak                                                                         
e. Laras (tata bahasa)                                                                                                                     
 Pada prinsipnya, ada tiga macam istilah yang digunakan untuk mengambarkan  masyarakat yang beragam yang terdiri dari ras, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda, yaitu :                       
  A.    Masyarakat plura                                                                                                        
 masyarakat plura adalah masyarakat yang terdiri lebih dari satu golongan/ kelompok (many).
B.    Masyarakat majemuk                                                                                                                          masyarakat majemuk menunjukkan bahwa keberagaman yang lebih dari satu itu memang berbeda-beda, bermacam-macam, dan bahkan tidak dapat disamakan
 C.    Masyarakat multikultural                                                                                       
   masyarakat multikultural bermakna adanya keragaman dan kesediaan anggota  masyarakat untuk menerima keragaman (kelompok lain dianggap sama) srbagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa, maupun agama.
2.  Makna kesetaraan manusia
Kesetaran berasal dari kata setara atau sederajat  yang berarti “sama tingkatannya”. Menurut kamus Besar Bahasa I ndonesia/KBBI (2008), sederajat artinya, “sama tingkatan, baik dalam hal keududukan pangkat, golongan dan lain-lain.

B.     KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Ciri utama masyarakat mejemuk adalah “hidup berkelompok yang berdampingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik”.
Secara horizontal masyarakat mejemuk dikelompokkan berdasarkan : 
1 .Etnik dan ras atau asal usul keturunan
2 .Bahasa daerah
3.Adat istiadat atau perilaku
4.Agama
5.Pakaian, makanan dan budaya material lainnya
Sementara itu, secara vertikal masyarakat majemuk dikelompokkan berdasar :
1.Penghasilan atau ekonomi
2.Pendidikan
3.Pemukiman
4.Pekerjaan
5.Kedudukan sosial budaya.
1.)    Ras
Manusia dapat dikelompok dalam berbagai ras, antara lain :
     a.    Ras  kaukasoid
Ras kaukasoid adalah ras manusia yang sebagaian besar menetap di eropa, afrika utara, timur tengah, pakistan dan india utara.
      b.   Mongoloid
Ras mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di asia utara, asia timur, asia tenggara, madagaskar, beberapa bagian india, eropa utara, amerika utara, amerika selatan dan oseania.
       c.  Negroid
Ras negroid adalah ras manusia yang terutama mendiami benua afrika di sebelah selatan gurun sahara.
         d.  Australoid
Ras australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan india, srilanka, beberapa kelompok di asia tenggara, papua, kepualuan malenesia dan australia.
       e.  Melanesia
  Ras  melanesia adalah nama ras manusia yang mendiami wilayah yang memanjang dari pasifik barat sampai ke laut arafura, utara dan timur laut australia. Ras ini merupakan bagian dari ras australoid. Ciri-ciri fisik mereka berkulit hitam dan rambut kuning.
  2.  Etnik dan suku bangsa
Etnik atau suku bangsa merupakan kelompok sosial/ kesatuan hidup manusia yang memiliki sistem interaksi yang ada karena kontinuitas dan rasa indetitas yang mempersatukan semua anggotanya serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.

C.    KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA DAN BANGSA
1.      Kemajemukan sebagai kekayaan bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik etnik, agama, ras, golongan, tingkat ekonomi, hingga gender, keragaman etnik menjadikan indonesia sebagai negara yang paling heterogen di dunia (lebih dari 300 suku). Etnik merupakan indetitas sosial budaya seorang. Artinya, indetitas seseorang dapat diketahui dari bahasa, tradisi, budaya, kepercayaan hingga pranata yang dijalani.
2.      Kesetaraan sebagai bangsa Indonesia
Manusia indonesia memiliki kesetaraan dalam arti memiliki kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban yang dijamin oleh undang-undang dasar 1945. Apalagi indonesia menganut  sistem demokrasi, karena dalam negara demokrasi, kesetaraan antar sesama warga negara (manusia) diakui dan dijamin. setiap manusia dilahirkan setara, meskipun dengan keragaman indetitas yang disandang. Kesetaraan merupakan hal yang inheren yang dimiliki manusia sejak lahir.

D.    PROBLEMA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN
1.      Problema keragaman dan solusinya
Keragaman yang ada dalaam sebuah wilayah memang merupakan suatu kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Adapun problema keragaman tersebut adalah :
Keragaman yang ada kadang kala menimbulkan sikap saling curiga antar masyarakat yang satu dengan lainnya. sikap curiga ini timbul akibat adanya sikap terbuka, logis, dan dewasa atas keragaman masyarakat tersebut , akibatnya adalah :
a.       Terjadinya disharmonis/ ketidakharmonisan
b.      Terjadinya disintegrasi/ perpecahan
c.       Menimbulkan perilaku diskriminatif terhadap kelompok masyarakat tertentu
d.      Menimbulkan  sikap rasialis (menganggap derajat kelompoknya lebih tinggi dari kelompok lain)
Di indonesia, potensi fisik terhadap keragaman ini pernah dan bahkan sering terjadi, yang dilatarbelakanggi keragaman etnik, agama, dan sebagainya. Misalnya :
·         Kerusuhan sambas
·         Kerusuhan sampit
·         Konflik paso yang berlatar belakang perbedaan agama (antara islam    dan kristen ) pada tahun 2001 dan lain sebagainya.
Untuk menghindari dampak buruk dari problema keragaman yang terjadi di masyarakat seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada beberapa hal (solusi) yang dapat dilakukan, yaitu :
a.       Integrasi berdasarkan sukarela bukan keterpaksaan
b.      Meningkatkan semangat religius, semangat nasionalisme, semangat
c.       Jalin komunikasi antar budaya daerah
d.      Melakukan reintegrasi
e.       Hilangkan penyakit budaya seperti berikut :
1.      Etnosentrisme
2.      Stereotype
3.      Prasangka
4.      Rasisme
5.      Diskriminasi
6.      Scape goating
2.      Problema kesetaraan serta solusinya
Kesetraan yang diinginkan adalah kesamaan derajat dalam bidang agama, suku bangsa, ras, gender, golongan hak untuk pendidikan, pekerjaan, kehidupan yang layak, kewajiban sebagai hamba Tuhan (memeluk agama dan keyakinan masing-masing),  Individu dan anggota masyarakat.
Problem kesetaraan jika dibiarkan akan membuat harkat dan martabat manusia sebagai mahkluk yang mulia menjadi hilang. Solusi untuk mengatasi problem kesetaraan ini antara lain :
a.       Perlindungan dan penegakan HAM
b.      Penghapusan segala bentuk diskriminasi, seperti diskriminasi terhadap perempuan
c.       Semua orang dianggap sama, tampa membedakan faktor promordial, ras dan lain sebagainya.

BAB : 6
MANUSIA, NILAI, MORAL DAN HUKUM

A. HAKIKAT, FUNGSI, DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL DAN HUKU
     Hakikat Fungsi dan Perwujudan Nilai
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari nilai.   Pada hakikatnya, nilai berkaitan dengan anggapan terhadap baik buruk atau pantas dan tidak pantas. Untuk menetukan suatu itu dikatakan baik atau  buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Terhadap pengertian nilai menurut para ahli, antara lain :
a. Allport (dalam Rokeach, 1973) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kekayaan yang melandasi seseorang untuk bertindak  berdasarkan pilihannya.
b. Kiimbal young (dalam agung s.s raharjo,2009) mengemukakan bahwa nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap paling dalam masyarakat.
c. A.W Green (dalam, vicentus satu 2009) menyatakan bahwa nilai adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
d. Woods (dalam vincentus satu, 2009) menyatakan bahwa nilai merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta menggarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai itu sendiri terbagi menjadi 2, yaitu nilai yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam kehidupan sehari-hari.
a . Nilai itu objektif
Menurut aliran idealisme (disebut juga aliran objektifvitas), nilai itu objektif, ada pada setiap sesuatu.
b . Nilai itu subjektif
Nilai suatu objek terletak pada subjek yang menilainya.
a). Fungsi nilai sebagai standar, meliputi :
1. Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu dan mengevaluasi.
2. Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu dibanding ideologi politik yang lain.
3. Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain.
4. Melakukan evaluasi dan membuat keputusan.
5. Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain, memberikan individu akan keyakinan, sikap, nilai, dan tingkah laku individu lainyang berbeda, yang bisa diprotes dan dibantah, bisa dipengaruhi dan diubah.
b. Fungsi nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan
situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivitaskan beberapa nilai dalam sistem nilai individu. Umumnya nilai-nilai yang beraktivitas adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan.
Selanjutnya diadakan pertemuan antara rektor dengan perwakilan mahasiswa untuk mencari solusinya (pemecahan konflik) dan mengambil keputusan yang tidak merugikan bersama (nilai bersama).
c. Fungsi motivasi
fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan ningkah laku individu dalam situasi sehari-hari, sedangka fungsi tidak langsungnya adalah untuk mengekspresi kebuuhan dasar sehingga mulai dikatakan memiliki fungsi motivasional.
2.  Hakikat fungsi dan perwujudan moral
Dalam Bahasa latin, berasal dari kata “mores” yang artinya adat kebiasaan. Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat, dan lain-lain . moral sama dengan etika, etik, akhlak, kesusilaan, dan budi pekerti.
Moral berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga.
Moral sebenarnya tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya setempat yang diyakini kebenarannya. Penggunaan pakian-maaf-setengah telanjang mungkin akan dianggap melanggar aturan moral orang-orang dari timur akan tetapi aturan ini bisa saja tidak berlaku bagi perempuan di barat yang sudah biasa melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan.
Sumaryono  (1995) mengklasifikasikan moralitas atas beberapa bagian yaitu sebagian objektif :
a.       Moralitas objektif
Moralitas objektif adalah moralitas perbuatan yang melihat perbuatan manusia sebagaimana apa adanya. Jadi perbuatan itu mungkin baik atau buruk, mungkin benar atau salah terlepas dari berbagai modofikasi kehendak bebas yang hukum diciptakan untuk ditaati demi terwujudnnya ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Akan tetapi, pelanggaran hukum tetap saja terjadi akibat lemahnya kesadaraan hukum masyarakat.
Problematika nilai, moral, dan hukum dalam masyarakat dan negara yang berupa pelanggaran terhadap nilai, moral dan hukumdi atas memiliki perbedaan masing-masing. Misalnya, negara berhak memberi sanksi bila warga negara melakukan pelanggaran hukum, tetapi tidak berwenang menjatuhkan sanksi bagi pelanggaran moral dan etik/nilai. Kecuali jka pelanggaran etik itu sudah menjurus pada pelanggaran hukum.

BAB : 7
MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI

A.      MANUSIA ,SAINS TEKNOLOGI DAN SENI
1.        Hakikat dan Makna Sains
Sains merupakan ilmu yang bersifat teoritis, sehingga sains tidak memiliki wujud dan    hanya bisa dipelajari, dan nantinya akan menghasilkan teknologi.
Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena 2 hal, yaitu :
a.    Manusia mempunyai bahasa yang dapat mengkomonikasikan informasi dan jalan pikiran   yang melatarbelakanggi informasi tersebut.
b.   Manusia berpikir menurut suatu jalur pikir tertentu yang merupakan kemampuan untuk menalar atau melakukan penalaran.
Berpijak dari hal ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut :
    a.    Berisi pengetahuan (knowledge)
    b.   Tersusun secara sistematis
    c.    Menggunakan penalaran
   d.   Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain
Dalam kajian filsafat, pengetahuan bisa mencapai ilmu jika sudah memenuhi tiga kriteria sebagai berikut.
     1). Adanya aspek ontologis
    2). Adanya aspek epistemologi
    3). Adanya aspek aksiologi
2      2. Hakikat Teknologi
            Teknologi dalam artian adalah ilmu seni atau ilmu kerajinan (dalam menghasilkan sesuatu).
Selanjutnya, brown (1980) menyatakan bahwa teknologi pada hakikatnya merupakan penerapan pengetahuan oleh manusia guna mengejarkan sesuatu yang diinginkan.
Teknologi digunakan untuk memanfaatkan gejala alam dan mengubahnya. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.
    3.  Hakikat Seni
     Seni pada hakikatnya bisa diingat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia.
   Seni merupakan  hasil dari ekspresi jiwa manusia yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni merupakan karunia Tuhan kepada manusia untuk dapat berekspresi sebagai perwujudan dari peradaban manusia. Seni merupakan hasil pengerahan kemampuan akal, tubuh, perasaan, emosi, keinginan serta panca inderanya yang ditampilkan dalam sebuah karya yang dapat dinikmati, baik oleh sang seniman (si pembuat karya ) maupun orang lain (si penimat karya) yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan jiwa, raga dan pikiran.
Jika dilihat dari penggunaan medianya, maka seni dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a.  Seni yang dapat dinikmati melalui media pendegaran
b.  Seni yang dinikmati dengan media penglihatan
c.  Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendegaran
4. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) kemudian diaplikasikan dalam kehidupan secara lebih modera (peradaban).
Saat ini manusia sudah mengklasipikasikan IPTEKS dengan menciptakan beban kerja mereka.
IPTEKS juga berkaitan dengan upaya manusia untuk mencapai hidup pada taraf yang lebih baik, maka dapat disimpulkan bahwa :
     b.Manusia sebagai pencipta kebudayaan
     c. Kebudayaan yang menghasilkan peradaban
     d. Produk peradaban adalah salas teknologi dan seni
     e. Produk sains, teknologi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
 IPTEKS itu netral tapi tidak semuanya yang bebas nilai (artinya ada yang bebas nilai).

B.     DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
Dampak positif dari kemajuan dari IPTEKS adalah kemudahan-kemudahan dalam beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan IPTEKS adalah dapat mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya sendiri telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif, hedonistik, dan materialistik.

C.    Pronlematika Pemanfataan Di Indonesia
Pemanfaatan IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup. IPTEKS memberi rahmat dalam arti memicu kemajuan dan kesejateraan. Namun demikian pemanfaatan IPTEKS oleh manusia dapat pula berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Gejala negatif itu sebagai akibat dari penyalah gunaan, ataupun tidak mempunyai manusia dalam mengendalikan kekuatan teknologi itu sendiri. Di Indonesia, untuk mendayagunakan IPTEKS diperlukan nilai-nilai luhur agar pelaksaan IPTEKS dapat diperanggungjawabkan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pembagunan IPTEKS di Indonesia diharapkan dapat menjadi sumber terbentuknya iklim inovasi yang menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia (SDM), yang pada giliranya dapat menjadi sumber pengetahuan dan daya saing ekonomi.

BAB : 8
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusian
Dalam ilmu biologi lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti:
Tanah, air, energi, surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun didalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan menurut ilmu biologi ini terdiri dari komponem abiotik dan biotik.
1.komponem abiotik adalah segala yang tidak bernyawa
2.komponem biotik adalah sesuatu yang bernyawa
Jika dikatakan denagn ilmu sosial kemasyarakatan dan hubungannya dengan manusia, lingkungan dapat dikatakan sebagi suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari dan memiliki karakter serta fungsi yang khas dan terkait  secara timbal balik dengan keberadaan mahkluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan ril.

B.                     KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESETARAAN
1.      Lingkungan dan Kesetaraan
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia menjadi sejahtera.  Artinya, lingkungan hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dalam  hidup manusia. Pengaruh lingkungan terhadap kesetaraan manusia bisa ditinjau kembali dari sudut sejarah, dimana pada zaman dahulu, manusia cenderung untuk mamilih lokasi lingkungan yang strategis dan memiliki daya dukung untuk kehidupan seperti memiliki sumber mata air, lingkungan tepi sungai  lain sebagainya.
2.  Penduduk, Lingkungan, Dan Kesetaraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat  dengan lingkungan dan kesejahtaraan. Penduduk merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal di suatu tempat (lingkungan) secara bersama-sama menyelenggrakan kehidupan nya dalam jangka waktu yang lama. Artinya, penduduk membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup menetap dan mengembangkan diri. Setelah tinggal menetap, penduduk mulai memikirkan untuk mengusahakan suatu dalam rangka mencapai kesejahteraan  hidupnya.
Akan tetapi, satu hal yang tidak boleh dilupakan untuk melakukan pembagunan guna mencapai kesejateraan adalah kualitas penduduk.
C.PROBLEMATIKA LIINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAT                                                                                                                       
        1. Problematika pengelolaan lingkungan                                                                         
    lingkungan dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia. Perubahan lingkungan banyak terjadi di daerah kota bila dibandingkan dengan daerah pelosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan “primitif”. Perubahan lingkungan mempenggaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia mnyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena berkurangnya fungsi dari sebagian komponem lingkungan. Dengan campur tangan manusia dan faktor alami yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.
 Berikut diberikan contoh perubahan lingkungan yang berdampak positif :
      a.   Penembagan pohon untuk dimanfaatkan kayunya dengan menanam kembali pohon untuk mengganti yang telah ditebang.
       b.   Penampakan kembali pohon karena kebakaran untuk daerah resapan air dan mencegah erosi.                                                                                                                            
Sementara itu, berikut merupakan contoh perbuatan lingkungan yang berdampak negatif :
 a.   Terjadinya erosi karena pengundulan hutan
  b.    Berkurangnya pupuk buatan dan pestisida secara terus-menerus yang mengakibatkan pencemaran dan lama-kelamaan dapat mengurangi kesuburan tanah.                                       
  Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam  pemanfaatan, penetaan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut :
a.  Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membagun manausia seutuhnya
 b.   Mengendalikan  pemanfaatan sumber daya secara bijaksana
c.   Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup
 d.   Melaksanakan pembagunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang
e.   Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
2. Problematika lingkungan sosial                                                                                       
   problematika dalam lingkungan sosial budaya masyarakat merupakan permasalahan karena menyangkut kata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusa. Problema sosial timbul dari keruranga dalam diri manusia atau kelompok yang bersumber dari faktor ekonomi, biologis, psikologis, kebudayaan, perceraian, kejahatan kenakalan anak, hingga konflik ras.
D. ISU-ISU PENTING PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
Dizaman globalisasi sperti seperti ini, marak dengan munculnya macam-macam isu global, yang pada akhirnya mempengaruhi negara-negara yanng ada di dunia, termasuk indonesia. Dengan banyak isu-isu global tersebut, sangat dibutuhkan kesadaran dari warga negara masing-masing untuk memilii kesadaran global. Kesadaran global yang dimaksut adalah memiliki pemikiran yang lebih kritis dalam menerima atau menangapi isu global, karena itu bisa dipungkiri bahwa isu-isu global ini menjadi keprihatinan bagi seluruh umat manusia seduia.                                                                                                          
Adapun isu global tersebut antara lain sebagai berikut :                                                          
1.Isu tentang lingkungan                                                                                            
  masalah lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakannya konferensi PBB tentang lingkungan hidup di stockhlom, swedia, pada tanggal 15 juni 1972. Faktor terpenting dalam permasalahan lingkungan adalah besarnya populasi manusia (laju pertumbuhan penduduk). Beberapa contoh permasalahan lingkungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
a.Kekeringan                                                                                                                   
 b.Banjir
c. longsor                                                                                                                                      
d. erosi/ abrasi pantai                                                                                                                
e. Intrusi air laut                                                                                                             
 f. Kebakaran hutan                                                                                                                        
 g. Pencemaran minyak lepas pantai                                                        
 h. Pemanasan global                                                                                              
  i. Penipisan lapisan ozon                                                                                                      
 j. Hujan asam                                                                                                                                                                                               k. Penurunan keanekaragaman hayati
 2. Isu tentang kemanusiaan                                                                                                                                        manusia adalah mahkluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan di dunia, sehingga manusia memiliki harkat dan martabat yang tinggi. Akan tetapi, harkat dan martabat ini harus dijaga dan dilindungi agar tidak terjadi penindasan, baik oleh manusia lain maupun negara tempat bernaungnya manusia.                                                                                                                                     
 a. Kemiskinan                                                                                                                 
 kemiskinan merupakan sebuah isu global yang tidaknpernah surut dipercayakan sampai kapanpun, selama kemiskinan itu ada.                                                                                                    
b. Perang                                                                                           
perang merupakan salah satu masalah yang menyangkut kemanusiaan. Perang adalah sebuah fisik dan non fisik (dalam arti sempit adalah kondisi permunsuhan dengan menggunakan kekerasan). 
c. wabah penyakit                                                                                              
 wabah merupakan istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar terssebut.
 3. ISU HAM                                                                                           
 salah satu konsep dan indikator yang menjadi parameter bagi pertumbuhan dan perkembangan kemanusiaan diberbagai negara adalah menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan seluruh dimensinya.


DAFTAR PUSTAKA

Budi juliardi, S.H.,M.Pd.2014.ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.Bandung: Alfabeta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar